+ -

Pages

Sunday, December 28, 2014

Analisis Teori Viktor Frankl

Pada tahu mainan lego? Mainan ini terbuat dari plastik yang dapat digunakan anak-anak untuk membuat sesuatu, bisa saja bangunan, mobil, kereta api, robot, dan lainnya.


Nah, udah ingat kan dengan mainannya. Sekarang, pada tahu kan kalau mainan tersebut ternyata ada filmnya? Film ini rilis pada 07 Februari 2014 di Indonesia, bergenre animasi, pertualangan, dan komedi. dengan judul The Lego Movie.




Film ini menceritakan seorang pria yang bernama Emmet, seorang yang biasa-biasa saja dan yang terbiasa hidup di Legoland dengan buku panduan berisi apa saja yang akan dilakukannya sepanjang hari. Buku tersebut akan memandu Emmet melakukan kegiatannya mulai dari mandi, sarapan, menyapa tetangga, dan bekerja.

Hingga pada suatu hari, Emmet menemukan sebuah potongan balok berwarna merah dan bertemu Lucy yang mengatakan ramalan Vitruvius tentang dirinya. Bahwa dia akan membantu Vitruvius untuk menyelamatkan Legoland dari tangan Lord Business. Emmet dibawa ke tempat yang belum pernah dia kunjungi, dan bertemu dengan banyak Master Builder, orang yang memiliki imajinasi dan ide yang luar biasa, dan yang tidak menggunakan buku panduan untuk melakukan aktivitasnya.

Dalam usaha Emmet menyusun rencana untuk melawan Lord Business, Bad Cop, polisi jahat suruhan Lord Business tidak tinggal diam sampai dia bisa menangkap Emmet. Cloud Cuckoo Land, tempat para Master Builder berkumpul hancur akibat serangan Bad Cop dan pasukannya. 

Awalnya, Emmet yang merasa dirinya bukanlah siapa-siapa dan tidak dapat menerima apa yang dikatakan Lucy tentang dirinya. Namun setelah Vitruvius berkata kepada Emmet untuk dapat menerima keistimewaan yang ada dalam dirinya, Emmet menjadi yakin sepenuhnya akan dirinya sendiri dan menjadi seorang Master Builder.

Usaha Emmet dan teman-temannya gagal ditengah jalan, ketika Bad Cop berhasil menangkap mereka dalam usaha mengambil The Kragle dari Lord Business. The Kragle, adalah alat yang digunakan Lord Business untuk menghancurkan Legoland. Emmet kecewa kepada dirinya sendiri. Vitruvius meninggal dibunuh Lord Business. Lucy dan temannya yang lain dipenjara.

Setelah Emmet dan teman-temannya ditangkap dan dipenjara, Lord Business mempersiapkan The Kragle dan akan menghancurkan Legoland pada Taco Tuesday. Tiba-tiba saja arwah Vitruvius mendatangi Emmet dan berkata bahwa ramalan yang dibuatnya mengenai Emmet hanyalah rekayasa. Karena Vitruvius merasa siapapun yang menemukan potongan balok berwarna merah tersebut adalah orang yang istimewa. Dan orang yang istimewa tersebut harus percaya pada dirinya sendiri, percaya akan potensi yang ada pada dirinya. 

Emmet akhirnya mengerti maksud dari perkataan Vitruvius. Dengan bantuan Lucy dan temannya yang lain, mereka berusaha meyakinkan Legoland untuk bisa menjadi seperti mereka. Seperti yang dikatakan Vitruvius, warga Legoland hanya perlu yakin dengan keistimewaan yang ada didalam dirinya mereka. Sehingga mereka mampu menggunakan imajinasi dan ide-ide merka untuk melawan pasukan Lord Business yang mulai menghancukan Legoland menggunakan The Kragle. 

Legoland yang tadinya hanya berisi warga yang ketakukan berlari kesana kemari berubah menjadi Legoland yang penuh dengan ide dan kreativitas. Warga Legoland menjadi Master Builder dan membangun senjata mereka masing-masing untuk melawan pasukan Lord Business. 

Emmet berusaha mengatakan hal yang sama kepada Lord Business, untuk percaya pada dirinya sendiri, dan tidak perlu menghancurkan Legoland. Akhirnya Lord Business mempercayainya dan Legoland dapat kembali damai seperti semula.

Viktor Frankl
            Viktor Emil Frankl lahir pada tanggal 26 Maret 1905 dan meninggal pada tanggal 02 September 1997 di Austria. Beliau dilahirkan dan dibesarkan di keluarga Yahudi, sehingga kehidupannya dipenuhi oleh nilai-nilai ajaran Yahudi dan memberi pengaruh yang kuat. Frankl merupakan seorang profesor yang ahli dibidang neurologi dan psikiatri.
            Logotherapy yang dipengaruhi teori Eksistensial merupakan sebuah gagasan yang dibuat oleh Viktor Frankl.

Landasan Filosofi Viktor Frankl

     The Freedom of Will
Dimana manusia memiliki kebebasan untuk bersikap dan berkehendak atas hal atau peristiwa yang terjadi di kehidupan manusia. Meskipun lingkungan sekitar manusia menampilkan peristiwa yang baik dan buruk, manusia tetap dapat memilih reaksi dalam menghadapi peristiwa tersebut. Sederhananya, manusialah yang menentukan dirinya sendiri.

·      The Will to Meaning
   Dimana manusia berkehendak untuk hidup dalam kehidupan yang bermakna. Manusia memiliki kebutuhan untuk terus mencari makna hidup yang diinginkannya.

·       The Meaning of Life
Dimana manusia memiliki makna hidup yang telah dicarinya dalam menjalani kehidupannya. Makna hidup yang dimiliki manusia masing-masing mempunyai keunikan sendiri, bersifat personal, dan juga spesifik. Karena itu, kita tidak dapat meminta makna hidup dari orang lain, melainkan kita sendirilah yang harus mencari makna hidup tersebut.

Terdapat 3 sumber makna hidup menurut Viktor Frankl

·       Creative Values
Manusia menghasilkan nilai-nilai baru yang bersifat kreatif. Ini didapat manusia karena rasa cintanya terhadap pekerjaannya. Dengan begitu, manusia dapat menghasilkan sesuatu yang berharga kepada dunia. Dan manusia juga memiliki makna hidup yang sesuai dengan keinginannya.

Experiental Values
Manusia memaknai hidupnya dengan nilai-nilai yg baik dari pengalaman hidup mereka. Manusia memahami keyakinan yang dipegang selama hidup mereka. Mampu menikmati keindahan yang diberikan alam dan seni, merasa dicintai dan aman atas keberadaan mereka dilingkungannya.
   
·       Attitudinal Values    
    Bagaimana manusia bersikap dalam menghadapi situasi yang buruk dan tidak dapat dihindari. Jika manusia mampu menghadapi situasi tersebut dengan sikap yang positif, maka manusia juga dapat memaknai hidup yang dijalani dengan baik atau positif.

Pembahasan The Lego Movie dengan Teori Viktor Frankl

·         The Freedom of Will
       Awalnya, Emmet seorang yang biasa-biasa saja menjalani kehidupannya dengan semangat dan berpikiran positif. Dia selalu mengikuti instruksi yang ada pada buku panduan untuk menjalani kesehariannya. Disini, Emmet telah menentukan untuk bersikap menyukai kehidupannya.

·         The Will to Meaning
       Tanpa disangka, hidup Emmet mengalami perubahan yang sangat drastis setelah bertemu seorang wanita bernama Lucy, dan seorang kakek bernama Vitruvius. Lucy dan Vitruvius meyakinkan Emmet bahwa dialah orang yang akan menyelamatkan Legoland dari tangan seorang yang jahat bernama Lord Business. Emmet tidak percaya mampu membantu Vitruvius. Namun, ketika Emmet percaya pada dirinya dan menerima keistimewaan yang ada pada dirinya, dia menjadi seorang Master Builder yang sesungguhnya.

·         The Meaning of Life
            Dengan menerima dirinya seutuhnya, Emmet menjalani kehidupannya dengan hal-hal baru hasil ciptaannya sendiri. Dan bukan hanya itu saja, perubahan yang dialami Emmet juga berdampak pada orang-orang di Legoland mulai menyadari keistimewaan yang ada dalam diri mereka. Sehingga orang-orang Legoland yang menganggap dirinya orang yang biasa-biasa saja mampu menghasilkan hal-hal yang baru untuk dapat melawan pasukan jahat dari Lord Business yang mulai menghancurkan Legoland.

  3 Sumber Makna Hidup menurut Viktor Frankl:
·         Creative Values
       Emmet bisa menciptakan hal-hal yang baru, yang berasal dari idenya sendiri. Hal ini terjadi karena Emmet telah menyadari potensi yang ada pada dirinya.

·         Experiental Values
          Emmet mempercayai potensi yang dimiliki oleh dirinya. Dengan rasa percaya tersebut, Emmet mampu melakukan hal-hal yang memberi pengaruh cukup besar bagi lingkungannya, yaitu Legoland.

·         Attitudinal Values
     Meskipun pada awalnya, Emmet tidak percaya dengan dirinya sendiri. Dan masih menganggap bahwa dirinya hanya seorang yang biasa saja, tidak mempunyai ide yang cemerlang. Namun akhirnya Emmet mampu percaya pada dirinya sendiri, sehingga Emmet bisa menjalani kehidupan yang luar biasa dengan menyelamat Legoland dari rencana jahat Lord Business.

Bagaimana Emmet mampu memaknai hidupnya menjadi sesuatu yang luar biasa hanyalah sebuah contoh sederhana. Memang bukanlah hal yang gampang untuk dapat menerima hal yang terjadi dalam hidup kita. Banyak kejutan yang diberikan oleh hidup yang harus kita hadapi. Mulai dari kejutan yang manis, dan bahagia, sampai pada kejutan yang membuat kita sedih dan sulit untuk dilupakan.

            Makna hidup kita berasal dari dalam diri kita. Jika kita ingin membuatnya menjadi indah, buatlah hal apa yang menurut kita bisa menjadikan hidup kita indah. sehingga kita dapat memaknai hidup kita dengan begitu indah. Bersikap dan berpikirlah positif dalam menghadapi suatu hal. Dimulai saja dari hal yang kecil. Setelah kita bisa bersikap dan berpikir positif dalam hal kecil, kita mulai terbiasa bersikap dan berpikir positif dalam hal besar.

Daftar Pusaka:
http://id.wikipedia.org/wiki/The_Lego_Movie
http://id.wikipedia.org/wiki/Viktor_Frankl
Schultz dan Schultz. 2005. Theories of Personality
http://www.referensimakalah.com/2012/12/biografi-viktor-emil-frankl.hmtl?m=1
5 T y r a n n o: 2014 Pada tahu mainan lego ? Mainan ini terbuat dari plastik yang dapat digunakan anak-anak untuk membuat sesuatu, bisa saja bangunan, mobil, ke...

Friday, June 20, 2014

Are You Right-Brained or Left-Brained?

Halo!
Sebelumnya sudah pada tahu belum kalau kebiasaan kita berpikir, memecahkan masalah, bahkan dalam berperilaku sehari-hari merupakan hasil dari apa yang otak kita kerjakan. Nah, kalau belum pada tahu, yuk kita telusuri bagaimana hal itu terjadi.

Otak kita dibagi menjadi 2 bagian, yaitu otak kiri dan otak kanan. Keduanya tentu tidak dapat dipisahkan namun saling bekerjasama satu dengan yang lain dalam kehidupan manusia. Otak kiri, lebih dipergunakan dalam hal mengatur organ tubuh sebelah kiri logika, menulis, berbicara, matematika,dan analisa. Sedangkan otak kanan, kita gunakan untuk mengatur organ tubuh sebelah kanan, berimajinasi, menikmati musik dan seni, emosi, dan berkreatifitas.

Sudah tahu dong apa bedanya otak kiri dan otak kanan kita? Nah, selanjutnya kita akan mengetahui apakah kita orang dengan berotak kiri atau orang dengan berotak kanan. Perhatikan video ini, dan ikuti langkah-langkahnya. Ikuti dengan konsentrasi dan teliti ya, nantinya kamu akan mengetahui kamu adalah orang berotak kiri atau berotak kanan. Selamat mencoba!


 


Gimana? Udah tahu dong otak mana yang mendominasi kalian dalam melakukan beberapa hal di kehidupan sehari-hari? Semoga hal kecil ini bermanfaat  ya bagi kalian! Jangan lupa tanyakan ke teman-teman kalian tentang hal ini, jika mereka belum tahu..cobalah minta mereka memperhatiakn video tadi. Sampai jumpa!

5 T y r a n n o: 2014 Halo! Sebelumnya sudah pada tahu belum kalau kebiasaan kita berpikir, memecahkan masalah, bahkan dalam berperilaku sehari-hari merupakan ...

Friday, June 6, 2014

ANDRAGOGI DAN PEDAGOGI

Andragogi dan Pedagogi? 

Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan andragogi dan pedagogi? Pasti udah ada yang tahu dong dengan istilah ini. Nah, yang belum paham atau yang belum mendengar kata ini sebelumnya, andragogi ialah proses pembelajaran yang melibatkan orang dewasa sebagai peserta didik ke dalam struktur pengalaman belajaran. Sedangkan pedagogi ialah proses pembelajaran yang melibatkan siswa dan siswi atau anak-anak sebagai peserta didik. Istilah ini pertama kali dikenalkan oleh seorang tokoh yang bernama Alexander Kapp, seorang pendidik yang berasal dari Jerman, tahun 1833, yang dikembangkan menjadi teori pendidik orang dewasa oleh seorang tokoh yang berasal dari Amerika Serikat yang bernama Malcolm Knowles. Jadi, sudah lumayan paham dong ya pengertian singkat dari andragogi dan pedagogi? Kedua kata ini berasal dari kata Yunani, andragogi mengarah pada orang dewasa, sedangkan pedagogi mengarah kepada anak kecil. 

Mulai dari pemahaman umum mengenai andragogi dan pedagogi, teman-teman pasti sudah bisa membedakan ciri-ciri atau proses pembelajaran yang dimiliki oleh andragogi dan pedagogi tersebut. Karena kita semua dulunya pernah kecil, maka kita akan mencoba mencari tahu apa-apa saja yang menjadi ciri-ciri atau proses pembelajaran dalam pedagogi. Umumnya seperti yang kita ketahui, atau bahkan yang pernah telah kita alami dulunya waktu sedang berada di dalam kelas sekolah, guru menjadi pusat perhatian kita selama berjam-jam di kelas. Beliau memberikan pelajaran dan materi yang sedang kita pelajari saat itu. Guru merupakan sumber informasi dan siswa hanya menjadi pasif didalam kelas. Siswa sangat bergantung pada kelas, guru berasumsi bahwa guru yang banyak memiliki peran didalam kelas ketimbang siswa. Seperti kita dulu di Sekolah Dasar misalnya, kita sedang belajar mengenai fotosintesis. Kita menerima apa saja pelajaran yang diberikan guru kita mengenai fotosintesis, setelahnya siswa akan mendapatkan pekerjaan rumah (pr) sebagai pemahaman lebih dalam mengenai fotosintesis. Disini pr berperan sebagai alat yang digunakan sebagai pembantu siswa untuk dapat mengingat pelajaran mengenai fotosintesis, setelah itu siswa mendapatkan nilai dan tidak mendapat bagaimana pengaplikasian materi tersebut ke hal yang lebih mudah dimengerti. Karena guru mengajar dengan kata kata ilmiah berdasarkan pedoman yang dimiliki guru. Siswa juga masih mendapatkan motivasi secara eksternal, dimana siswa hanya mengtahui bahwa segala sesuatu yang menjadi tugas tanggung jawab mereka harus dipatuhi dan dikerjakan sesuai aturan, jika tidak maka siswa akan mendapat hukuman. 

Sedangkan andragogi, guru merupakan fasilitator, dan peserta didik harus aktif dalam mendapatkan ilmu. Misalnya, mahasiswa harus aktif bertanya kepada dosen untuk medapatkan pengetahuan yang lebih dari yang diberikan oleh dosen. Semakin sering mahasiswa bertanya, semakin dalam juga pemahaman mahasiswa mengenai materi yang sedang dibahas. Disini mahasiswa menjadi mandiri dalam menentukan sikap belajarnya, jadi mahasiswa lah yang bertanggung jawab atas kemandirian belajarnya, bukan lagi dosen. Mahasiswa juga lebih bebas dalam mendapatkan informasi yang mereka inginkan, misalnya bertanya langsung kepada dosen atau membuat kelompok kecil bersama teman-teman untuk berdiskusi satu dengan yang lain. Dan mahasiswa telah mendapatkan motivasi internal, di mana dirinya sendiri yang berperan utama dalam menetukan bagaimana sikap belajar yang baik, dan penghargaan dirinya. Karena didalam andragogi mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri, maka sebagai fasilitator dosen akan memberikan sebuah masalah berdasarkan teori lalu meminta mahasiswa untuk dapat memecahkan masalah tersebut dan bagaimana pengaplikasiannya di kehidupan yang nyata. Dalam proses pembelajaran seperti ini, mahasiswa juga diajar untuk memecahkan masalah di kehidupan nyata. 

Jadi, teman-teman sudah terrmasuk andragogi? Atau masih di pedagogi? Temukan sendiri pengertiannya yaa!
5 T y r a n n o: 2014 Andragogi dan Pedagogi?  Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan andragogi dan pedagogi? Pasti udah ada yang tahu dong dengan istilah i...

Saturday, April 19, 2014

Observasi Sekolah



Lokasi Observasi : Perguruan As-Syafi’yah Internasional

Kelompok 3 :
1. Gigih Mentari http://13010gigihm.blogspot.com (13-010)
2. Zelita Almira http://13060zas.blogspot.com (13-060)
3. Alia Shinta Dewi http://13094asd.blogspot.com (13-094)
4. Putri Nova Sari http://13110pns.blogspot.com (13-110) - KETUA 
5. Kishia Dwi Putri http://kisxia.blogspot.com (13-140) 


EVALUASI KEGIATAN
A. Pengertian
Evaluasi kegiatan adalah suatu usaha untuk mengukur dan memberikan nilai secara objektif atas pencapaian hasil-hasil pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya. Evaluasi selalu berupaya untuk mempertanyakan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan dari suatu rencana. Disamping itu evaluasi juga mengukur hasil-hasil pelaksanaan secara objektif dengan ukuran yang dapat diterima oleh seluruh pihak yang terlibat.
B. Tujuan Evaluasi
Tujuan evaluasi dari suatu kegiatan adalah untuk mengetahui dengan pasti apakah pencapaian hasil, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam pelaksanaan kegiatan dapat dinilai dan dipelajari untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan di masa yang akan datang. Fokus utama evaluasi ini adalah lebih diarahkan kepada hasil, manfaat dan dampak dari program.

C.Lingkup Evaluasi

1. Evaluasi Pada Tahap Perencanaan (ex-ante)
Pada tahap ini kami melakukan beberapa hal yaitu:
  ü  pemilihan ketua kelompok
  ü  pembagian tugas pada setiap anggota
  ü  menentukan sekolah yang akan di observasi
  ü  menentukan jadwal observasi
  ü  mengurus surat izin observasi
  ü  menentukan reward untuk murid serta tanda terimakasih untuk pihak sekolah
  ü  menentukan wakil kelompok (2 orang) untuk memberikan surat pada kepala sekolah untuk      mendapatkan izin observasi sekolah

Faktor yang mendukung      :
  ü  setiap anggota dalam kelompok sangat kooperatif, bisa bekerja sama dengan baik
  ü  setiap anggota dalam kelompok mau memberikan pendapat dalam setiap diskusi

Faktor yang menghambat     :
  ü  sulit menentukan jadwal untuk mendiskusikan tugas dan beberapa hal lainnya (menentukan reward untuk murid, tanda terimakasih untuk pihak sekolah, alat dokumentasi yang digunakan) karena ada anggota yang berlainan jadwal kuliah

2. Evaluasi Pada Tahap Pelaksanaan (on going)
Pada tahap ini kami melakukan beberapa hal yaitu :
  ü  persiapan di kampus
  ü  penyediaan reward
  ü  proses menuju lokasi observasi
  ü  proses melakukan observasi di kelas
  ü  memberi rewarad pada murid
  ü  proses dokumentasi
  ü  wawancara dengan salah satu murid dan guru
  ü  memberikan tanda terimakasih pada pihak sekolah dan izin meninggalkan lokasi observasi
  ü  kembali ke kampus

Faktor yang mendukung      :
  ü  pihak sekolah memberikan izin dan menerima dengan baik
  ü  ada anggota kelompok lain yang bersedia meminjamkan alat dokumentasi
  ü  lokasi cukup mudah dijangkau
  ü  murid dan guru bersedia di wawancara

Faktor yang menghambat     :
  ü  proses wawancara bersama salah murid bernama Vanny Nurul menghasilkan video yang kurang bagus, suara narasumber dan pewawancara hampir tidak terdengar.

3. Evaluasi Pada Tahap Pasca Pelaksanaan (ex post)
Pada tahap ini meliputi :
  ü  membuat hasil observasi
  ü  melakukan evaluasi

4. Pelaksanaan Evaluasi
Pelaksanaan tahap ini meliputi :
  ü  diskusi
  ü  membuat hasil evaluasi

Faktor yang mendukung      :
  ü  setiap anggota kelompok berperan dalam pengerjaan tugas

Faktor menghambat     :
  ü  penyelesaian hasil evaluasi bersamaan dengan pelaksanaan UTS

EVALUASI HASIL OBSERVASI

      1.      Teori Erickson
      Tahap Identitas vs Kebingungan Identitas
      Semangat anak dalam  mempelajari pengetahuan dan keterampilan adalah sangat antusias. Terutama siswa laki-laki. Walaupun siswa laki-laki lebih sedikit daripada perempuan tapi mereka lebih aktif.

      2.      Teori Kohlberg
   Conventional Reasoning
      Tingkah laku siswa-siswa SMA As-Syafi’yah Internasional Medan sangat baik. Mereka mematuhi     peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh para guru dan pihak sekolah. Hanya saja siswa laki-laki lebih ribut dan membuat kelas sedikit tidak kondusif.

3. Pengaruh Classical Conditioning
    Pada saat pendidik memberi pertanyaan (stimulus) siswa memjawab (respon) pertanyaan dengan tertib dan sesuai prosedur.

4. Pengaruh Operant Conditioning
    Pada saat kuis, pendidik memberikan reward kepada 5 siswa yang dapat mengerjakan soal paling cepat dengan memberikan tanda tangannya.

KESIMPULAN HASIL OBSERVASI

•    Sekolah As-Syafi’yah Internasional Medan pada jenjang SMA memiliki 9 kelas dimana setiap tingkatan memiliki 3 kelas.
•    Guru yang mengajar di kelas memiliki kemampuan dalam menguasai materi, memanajemen kelas, berkomunikasi dengan murid serta memberikan motivasi bagi murid.
•    Kelas tersebut menggunakan teacher-centered karena guru lebih mengambil peran dalam kelas dan guru lebih banyak menjelaskan kepada siswa. Dan murid belajar dengan baik. Karena mereka memperhatikan dengan baik bagaimana cara guru memberikan contoh-contoh soal.
•    Guru juga bersikap tegas saat mengajar namun mampu membuat murid di kelas tidak merasa tegang. Guru dapat membuat suasana di kelas serius namun menyenangkan untuk belajar.
•    Pada kelas X-B terdapat 39 murid (15 murid laki-laki dan 14 murid perempuan)
•    Murid laki-laki lebih aktif di kelas dibandingkan dengan murid perempuan.
•    Tingkah laku murid pada saat guru menyampaikan materi cenderung memperhatikan meskipun ada beberapa anak laki-laki yang tidak.
•    Dalam kelas tersebut ada 2 anak yang sangat menonjol (aktif) ketika guru memberi pertanyaan, murid     tsb. segera menjawab.
•    Keadaan kelas X-B nyaman dan cukup bersih.
•    Teknologi yang digunakan guru untuk mengajar berupa slide yang ditampilkan melalui infocus



5 T y r a n n o: 2014 Lokasi Observasi : Perguruan As-Syafi’yah Internasional Kelompok 3 : 1. Gigih Mentari  http://13010gigihm.blogspot.com  (13-010) ...

Sunday, March 23, 2014

Bronfenbrenner's Ecological Systems





Udah pada kenal belum sama Urie Bronfenbrenner, beliau lahir pada tanggal 29 April 1917 di Slovakia. Nah, bapak Bronfenbrenner ini merupakan salah satu tokoh teori kontemporer yang memiliki sebuah teori yang disebut Teori Ekologi Bronfenbrenner. Pada kali ini, kita akan mencari tahu apa saja isi dari teori yang dikembangkan oleh Bronfenbrenner dan bagaimana pengaplikasian teori-teori tersebut ke dalam kehidupan keseharian kita.


            Bapak Bronfenbrenner memfokuskan teori ekologi ini pada konteks sosial dimana individu tinggal bersama dengan orang-orang yang mempengaruhi perkembangan individu tersebut. Kemudian beliau membagi teori ekologi menjadi 5 sistem lingkungan, 5 sistem tersebut memiliki rentang dari interaksi interpersonal sampai dengan pengaruh yang lebih luas. Apa saja 5 sistem lingkungan yang di jelaskan oleh Bronfenbrenner?

1.      Mikrosistem
Pada sistem ini, individu berada pada lingkungan dimana individu tersebut menghabiskan banyak waktu, misalnya keluarga atau sekolah. Beliau mengatakan pada sistem ini individu berperan aktif sebagai orang yang berinteraksi timbal balik dengan lingkungannya.

2.      Mesosistem
Sistem ini berhubungan dengan mikrosistem sebelumnya. Disini individu menggabungkan pengalaman di keluarga dan sekolah.

3.      Eksosistem
Disini, lingkunganlah yang berperan aktif mempengaruhi individu. Artinya, lingkungan yang membantu atau bahkan menghambat perkembangan anak. Misalnya, fasilitas-fasilitas yang diberikan sekolah untuk digunakan anak-anak di lingkungan sekolah.

4.      Makrosistem
Sistem ini menyangkut pada kultus yang lebih luas. Mencakup peran etnis dan faktor sosioekonomi dalam perkembangan individu. Nilai-nilai dan adat istiadat yang ditemukan individu pada lingkungannya akan mempengaruhi proses perkembangannya.

5.      Kronosistem
Merupakan kondisi sosiohistoris dari perkembangan individu. Misalnya, bagaimana perkembangan anak-anak yang hidup pada saat sebelum mengenal teknologi dan susudah mengenal teknologi, tentunya akan berbeda.

5 sistem lingkungan yang sudah dijelaskan oleh Bronfenbrenner mendapatkan kritikan karena tidak memberikan banyak perhatian dalam faktor biologis dan kognitif individu. Nah, sudah tahu kan apa itu teori ekologi bronfenbrenner dan 5 sistem lingkungan yang tergabung ke dalam teori tersebut, sekarang kita akan mengaplikasikan teori-teori tersebut kedalam kehidupan sehari-hari kita.

Video berikut membantu kita mengaplikasikan 5 teori ekologi bronfenbrenner ke dalam kehidupan kita sehari-hari.





Jadi, sudah bisakah teman-teman mengaplikasikan teori tersebut?



Kelompok 3 (Kelompok Teori Ekologi Bronfenbrenner)
Nama Kelompok:
13-110             Putri Nova Sari (Ketua)
13-010             Gigih Mentari
13-060             Zelita Almira
13-094             Alia Shinta Dewi
13-140             Kishia Dwi Putri

5 T y r a n n o: 2014 Udah pada kenal belum sama Urie Bronfenbrenner, beliau lahir pada tanggal 29 April 1917 di Slovakia. Nah, bapak Bronfenbrenner i...
< >